Fobia

Di goreskan oleh Yunna , Senin, 17 Januari 2011 17.30

Hari ini hujan turun lagi. Dan entah kenapa aku menikmatinya.
Kalau hujan turun, aku selalu merasa waktu berjalan dengan lambat. Semua hal jadi terasa menyenangkan bagiku. Aku benar-benar suka hujan.

Kali ini aku ingin bercerita tentang sepupuku yang punya sindrom sedikit aneh.
Sepupuku namanya Putri, dulu aku juga sempat bercerita tentangnya. Dan Putri itu fobia pada laki-laki.
Waktu dia punya pacar tahun lalu, fobia itu sedikit membaik. Tapi saat sekarang dia putus, fobianya pada laki-laki kembali lagi.

Melihat Putri seperti itu aku jadi ingat cerita komik. Sungguh konyol.

Padahal Putri itu cantik dan punya banyak penggemar yang selalu siap jadi pangerannya. Tapi sayangnnya Putri akan selalu kabur tiap kali harus berhadapan dengan laki-laki. Dia selalu gelisah jika ada di dekat laki-laki. Dan tiap kali di sentuh dia akan bereaksi berlebihan. Seringkali dia kabur saat ada yang menyatakan cinta padanya, pernah juga sampai pingsan karena kaget. Dan pada akhirnya akulah yang selalu menjadi wakilnya untuk menemui orang yang menembaknya itu. Ah, Putri...

Mantan pacar Putri, namanya Purba. Aku heran. Benar- benar heran. Hanya pada Purba Putri sama sekali tidak takut. Tapi sayangnya mereka putus akhir tahun kemarin karena alasan yang tidak mau diceritakannya.

Aku sendiri fobia pada laba-laba. Tiap kali melihat hewan yang satu itu, mulutku pasti kehilangan kontrol dan langsung menjerit.
Pernah satu kali di kampus, waktu itu baru selesai kuliah. Dan aku sedang menuruni tangga saat melihat laba-laba di pengangan tangga. Tanpa aba-aba aku menjerit dan berlari sampai jatuh dari tangga. Akibatnya kakiku keseleo, pinggangku sakit dan aku tidak bisa naik motor.

Tapi sepertinya fobiaku itu masih masuk akal ya?
Daripada Putri yang fobia pada laki-laki. Bagaimana nantinya dia ya.....

Catatan Yunna:
Gara-gara keseleo itu, aku tidak bisa membawa motor selama seminggu. Aku harus merepotkan Putra untuk antar jemput ke kampus. Aku berharap tidak akan bertemu dengan laba-laba lagi di kampus....

3 Response to "Fobia"

albertus goentoer tjahjadi Says:

fobia terhadap sesuatu emang sangat nyebelin mbak... apalagi kalo akhirnya malah merugikan diri sendiri... mestinya rasa itu dilawan... aku bisa... aku mampu... aku tidak takut!!!

Rin Says:

ada temenku fobia cicak, mbaa.. pernah suatu hari, dia nggedor2 kamar saia cuma buat ngusirin seekor cicak nyasar dikamarnya. haha.. :D

baru mampir nih.. salam kenal y mba. template nya keren, mb. merah-hitam :)