A Love Letter

Di goreskan oleh Yunna , Rabu, 26 Januari 2011 22.00

This is love letter for you.
2 years ago, you said to me you want to read my letter. 
My love letter for you.
And now I write it for you. Just for you.
With all my heart, my tears and my love I wrote this letter.

Promise me you will be okay.
promise me you will be strong.
Promise me you will smile again. 
Laugh again. And get back your happiness again.
I don't care even if you leave me or hate me.
As long as you happy, I will happy too.
You will keep your promise, right?

If you won't, I will cry for you forever.


Aku khawatir.
Apa kau tahu itu?

Jantungku serasa berhenti saat aku menerima telepon itu. Itu nomormu, tapi bukan kau yang bicara. Itu suara pacarmu, atau bisa kusebut calon tunanganmu yang mungkin akan segera menjadi kakak iparku. Calon tunanganmu masih sama seperti dulu, ketus padaku. Tapi dari nada suaranya aku tahu dia bermaksud baik.

Kau tidak membuka matamu saat aku datang. Aku menangis saat melihat darah di wajahmu, di bajumu. Kau terbaring di ruang IGD dengan wajah yang sama ekali tidak ingin aku lihat. Senyum di wajahmu hilang. Raut wajah yang selalu kutunggu itu lenyap. Dan aku hancur saat itu. Dokter berkata kalau ada gegar otak dan mungkin kau akan koma selama beberapa hari.

Aku nyaris tidak bisa memejamkan mata dua hari belakangan ini. Aku takut saat kupejamkan mata, yang terbayang olehku adalah bayangmu. Aku takut kalau kupejamkan mata kau akan pergi tanpa berkata apa-apa padaku. Aku takut.

Dan hari ini, akhirnya kau membuka matamu.
Tanpa sadar air mataku jatuh. Keajaiban? Mungkin.
Kau pernah bilang padaku, keajaiban ada selama kita percaya. Keajaiban ada kalau kita mau membuatnya. Dan aku percaya itu.
Keajaiban datang setelah doaku melayang tanpa putus untukNya. Dan aku berterima kasih untuk itu...

Senyum tipis yang kau berikan serasa oase bagiku. Suaramu lirih, tapi aku bisa mendengarnya. Kau memanggilku, membuang tenaga yang baru kau dapatkan kembali. Hanya untuk mengatakan hal yang membuatku menangis lagi.

"Bener kan, Ly. Keajaiban itu ada. Aku masih ada di sini. Aku masih bertahan. Aku hidup."

Aku takut kehilangannya. Aku akui itu. Semua di antara kami memang sudah berlalu lama. Aku sudah lama berusaha merubah semua perasaanku menjadi perasaan untuk seorang kakak. Tapi sepertinya waktu belum sepenuhnya mengubah perasaanku.
Jauh di dasar hati, aku masih mempunyai rasa itu meski sedikit. Dan perasaan itu sekarang meluap. Mengalir keluar dari hatiku. Dan kali ini aku tidak akan berusaha menutupinya.


Catatan Yunna:
A love letter untuk kakak sepupu laki-lakiku. Sekarang dia terbaring di rumah sakit karena kacelakaan dua hari yang lalu. Kondisinya buruk. Dia menderita gegar otak dan pendarahan otak. Tulang tengkoraknya juga ada yang patah akibat benturan terlalu keras. Setelah koma selama dua hari, tadi sore dia sadar. Tapi kesadarannya belum sepenuhnya pulih dan agak kesulitan mengenali orang. Termasuk calon tunangannya.
Tapi dia mencariku saat sadar. Dan itu membuatku mau tak mau jadi meneteskan air mata.


Aku belum bisa melihat sinar matanya. Aku belum bisa melihat senyuman di wajahnya. Aku berdoa dia akan baik-baik saja...

11 Response to "A Love Letter"

dunia kecil indi Says:

cepet sembuh untuk kakak sepupumu, ya. memang betul keajaiban selalu ada. aku doakan kamu--kalian--selalu baik2 saja. amen..
:)

Sang Cerpenis bercerita Says:

semoga kakak sepupumu lekas sembuh ya...

Fairysha Says:

yang sabar ya sis,,,^^ tetaplah berdoa untuk kesembuhannya,, karena Rabb takkan berpaling dari hambaNya yang meminta,,, :)

Sang Cerpenis bercerita Says:

suratnya manis banget...apa kabar? moga hari ini semuanya baik2 aja.

Takuya Says:

surat cintanya menyentuh.. aku sukaaa..

semgoa cepet sembuh ya kakaknya..

catatan kecilku Says:

Semoga kakak sepupunya segera sehat kembali ya. Amin.

the other Says:

Alhamdulillah... dia sudah sadar kembali. Allah mendengar doa2mu.

Place to Study Says:

Shasa doakan kakaknya segera sembuh ya...

zasachi Says:

Gimana kabar sepupumu? semoga semuanya baik2 saja...

secangkir teh dan sekerat roti Says:

ya itulah musibah..
sesuatu yang datangnya tidak diinginkan...
tapi pasti, setiap musibah itu diberikan kepada orang yang mampu menanganinya.. karena Tuhan pasti sudah punya rencana.. :)