Star

Di goreskan oleh Yunna , Jumat, 21 Januari 2011 17.31

Aku baru saja selesai mendownload sebuah dorama jepang tentang restoran italia, judulnya Bambino!
Dan jujur, aku benar-benar tergoda saat menontonnya. Aku jadi benar-benar ingin makan makanan Italia. Ada yang mau membawaku ke restoran Italia?

Dan hari ini lagi-lagi aku tergoda.
Tadinya aku pergi ke Gramedia hannya untuk membeli buku percakapan bahasa inggris yang di pesan kakak sepupuku. Tapi aku tergoda untuk membeli komik.
Padahal baru dua hari yang lalu aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak membeli komik lagi sampai mendapatkan lemari buku baru. Tapi pada akhirnya aku mengingkari janjiku sendiri.

Ada banyak komik baru yang keluar hari ini. Dan pada akhirnya aku menghabiskan hampir 170 ribu untuk membeli 10 komik dari 20 yang ingin kubeli.
Setelah keluar dari Gramedia aku baru sadar kalau aku memang bodoh. Mau di taruh dimana nanti komik-komik ini? Yang ada aku akan dimarahi Ibuku kalau sampai ketahuan beli komik baru.

Dan gara-gara komik itu, aku nyaris melupakan janjiku dengan teman kecilku, Bintang. Aku hampir lupa untuk membeli bahan untuk membuat spageti yang di pesan Bintang kemarin. Bintang menungguku pulang sambil cemberut dan mengomel.
Pada akhirnya aku harus memasak di bawah pelototan Bintang yang membuat semua nafsu makanku hilang.

Kadang punya teman masa kecil itu merepotkan ya?
Mereka bisa membaca apa yang sedang kita pikirkan dengan mudah. Seperti aku. Bintang bisa membaca pikiranku seperti sedang melihat secarik kertas bertulis. Dia tahu aku sedang agak kacau.

Dia juga dengan mudah menebak penyebab kacaunya aku. Katanya,

"Kalau kamu lagi bete pasti masakanmu keasinan. Aku nggak suka makan makanan keasinan. Makanya jangan bete terus."

Dia tidak menyinggung apa-apa. Tapi aku tahu kalau dia tahu dan peduli. Walau masakanku keasinan, Bintang tetap menghabiskan semuanya, termasuk bagianku yang sama sekali tidak aku sentuh.

Aku dan Bintang memang tumbuh bersama.
Kami sudah saling kenal sejak umur 4 tahun saat TK. Dan sejak saat itu tidak pernah sekalipun kami berpisah sekolah. Masa SD, SMP, SMA sampai kuliah sekarang kami lalui bersama.
Kata orang, kami bisa tahu pribadi yang lain lebih dari diri sendiri. Banyak juga yang bilang kalau kami ini jodoh. Aku cuma tertawa kalau orang-orang bilang begitu.

Bintang memang cerewet, merepotkan dan manja. Tapi dia sahabatku dan aku bersyukur ada dia. Walau dia sama sekali bukan tipe pendengar yang baik atau pemberi saran yang handal, aku akan merasa lebih baik saat dia tahu apa yang aku rasakan. Rasanya seperti ada tempat berbagi...

Catatan Yunna:
Banyak yang bilang kalau suatu saat nanti kami akan pacaran. Tapi aku rasa itu tidak mungkin. Kami sudah terlalu lama kenal, dan dia adalah teman baikku.
Aku berharap kami akan jadi teman selamanya.

He is always being my star...

5 Response to "Star"

minggupon Says:

selamat pagi... kunjungan dari blogger newbie... semoga berkenan untuk kunjungan balik...

Sang Cerpenis bercerita Says:

gak papa juga kalo jadi pacar..dari teman baik kan lebih asik. karena udah tau karakternya.

iam Says:

wow! banyak banget beli 10 komik :D

Fairysha Says:

baca cerita ini, 'teman masa kecil', serasa menonton drama korea,,,bersahabat tapi tak mau lebih,,,
hati2,,cinta dan persahabatan itu tipis batasnya,,hehehe,,,

salam kenal,,

ikkyu_san Says:

di antara bintang-bintang di angkasa ada satu bintang yang lebih cemerlang. Bersyukurlah kamu memilikinya.

OOT Aku suka lagunya James Blunt yg one of the brightest stars.

EM